Panduan Memilih Kamera Digital


Dengan berbagai macam kamera digital yang ada di pasaran saat ini, pertanyaan paling awal yang ada dikepala setiap fotografer adalah "Kamera mana yang harus saya beli?". Jawaban untuk pertanyaan itu biasanya tergantung pada dana yang tersedia dan jenis fotografi yang ingin ditekuni.
Secara umum ada tiga jenis kamera yang beredar dipasaran, yaitu : kamera point-and-shoot (sering disebut dengan kamera poket/saku), kamera prosumer (compact camera), dan kamera DSLR (digital single lens reflex). Perbedaan utama antara dua jenis kamera yang disebutkan pertama dengan kamera DSLR adalah sistem lensanya. Lensa kamera DSLR bisa digonta-ganti sesuai dengan kebutuhan sedangkan lensa kamera point-and-shoot dan kamera kompak tidak bisa digonta-ganti alias permanen terpasang pada body kameranya. 

Kamera Point-and-Shoot (Kamera Saku)
 
Kamera Point-and-Shoot (Kamera Saku)
Ini merupakan kamera digital yang paling umum, dan paling mudah digunakan, karena fungsinya yang serba otomatis, dengan bentuk yang kecil dan mudah dibawa. Rata-rata kamera jenis ini, pada zaman sekarang, juga sudah dilengkapi fitur-fitur seperti kamera SLR atau prosumer, dan sudah bisa digunakan untuk zoom (jarak jauh) maupun makro (jarak dekat).

Keuntungan
- Harga terjangkau.
- Nyaman, ringan dan cukup kecil untuk dibawa dalam saku atau tas.
- Fungsi serba otomatis.
- Cukup dapat di andalkan sebagai alat untuk mengabadikan momen-momen yang sifatnya tidak memerlukan kreatifitas seni fotografi yang terlalu tinggi.

Kerugian
- Lensa tidak bisa digonta-ganti dan kadang-kadang tidak dapat menggunakan aksesoris lain seperti flash eksternal.
- Seringkali lambat dalam operasi (Shutter Lag), terdapat jeda waktu saat menekan tombol Shutter dan kamera mulai merekam.
- Kreatifitas dalam memotret dibatasi oleh sistem yang serba otomatis
- Tidak ada fitur Manual fokus sehingga kadang-kadang menemui kesulitan dalam memfokuskan objek yang diinginkan.
- Ukuran sensor gambar digital nya kecil sehingga hasil bidikkan ada yang terpotong pada foto yang dihasilkan.

Kamera Prosumer (Compact Camera)
Kamera Prosumer Canon PowerShot G12
Kamera jenis ini muncul untuk mereka yang antusias terhadap fotografi, tetapi belum memiliki dana yang cukup untuk membeli kamera profesional sekelas DSLR (Digital Single Lens Reflex). Kamera ini mirip dengan kamera point-and-shot namun ukurannya lebih besar, memiliki zoom yang lebih besar serta memiliki fungsi kamera yang setara dengan kamera DSLR. Yang membedakannya dengan kamera DSLR adalah lensanya yang tidak interchangable atau tidak bisa diganti. 

Keuntungan
- Harga relatif lebih murah daripada harga kamera DSLR kelas terbawah.
- Aperture dan Shutter Speed bisa diatur secara manual.
- Secara fisik lebih besar dari kamera point-and-shoot sehingga memberikan pegangan yang lebih baik pada body kamera.
- Lensa kamera prosumer biasanya memiliki jangkauan focal length yang lebar atau disebut juga lensa sapu jagad.
- Memiliki fitur tambahan yang tidak terdapat pada kamera point-and-shot seperti layar LCD yang bisa diputar.

Kerugian
- Lensa tidak bisa digonta-ganti.
- Lebih berat dibandingkan dengan kamera point-and-shoot.
- Tidak nyaman dibawa jika dibandingkan dengan kamera point-and-shoot.
- Ukuran sensor gambar digital nya kecil dibandingkan kamera DSLR (tetapi lebih besar dari kamera point-and-shoot) sehingga hasil bidikan ada yang terpotong.
- Aksesoris lain tidak bisa dipasang pada kamera seperti flash eksternal.

Seiring dengan kemajuan teknologi kamera, pada bulan Oktober 2008 muncul kamera prosumer yang lensanya bisa digonta-ganti yang dipelopori oleh kamera Panasonic Lumix DMC-G1. Jenis kamera ini disebut sebagai kamera Digital Single Lens Mirrorless (DSLM) atau ada juga yang menyebut kamera Mirrorless Interchangeable Lens (MIL) atau kamera Electronic Viewfinder with Interchangeable Lens (EVIL).
Kamera DSLM ini sudah mempunyai kemampuan yang hampir menyamai DSLR termasuk kemampuan gonta-ganti lensa dan sebagian kamera DSLM sudah ada yang mempunyai sensor gambar digital yang berukuran sama dengan kamera DSLR. Perbedaannya hanyalah pada jendela bidik (view finder) dimana DSLR mempunyai jendela bidik untuk melihat objek yang melewati lensa dan dipantulkan oleh sebuah mirror (kaca pemantul). Sedangkan untuk DSLM tidak mempunyai jendela bidik, objek dilihat melalui sensor gambar digital yang ditampilkan melalui sebuah layar LCD.
Pelopor kamera DSLM Panasonic Lumix DMC-G1
Salah satu kamera DSLM terbaru Sony Alpha NEX-5

Kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex) 
Kamera DSLR
Saat ini kamera DSLR adalah kamera yang mumpuni untuk digunakan jika ingin serius dalam menggeluti dunia fotografi profesional. Perbedaan utama yang membedakan kamera DSLR dengan jenis kamera yang lain adalah kemampuan dalam gonta-ganti lensa dan objek yang dilihat di jendela bidik adalah yang melewati lensa yang kemudian dipantulkan oleh mirror (kaca pemantul).

Keuntungan
- Kamera DSLR memiliki kemampuan untuk menggunakan berbagai macam lensa, mulai dari
lensa yang sangat luas (wide lens) hingga lensa dengan zoom yang sangant panjang (lensa tele).
- Operasional kamera DSLR adalah jauh lebih cepat dibandingkan jenis kamera yang lain (jeda antar pemotretan lebih cepat).
- Flash eksternal dapat dipasangkan ke kamera sehingga kamera akan mempunyai pencahayaan yang lebih baik dari pada flash built-in.
- Mempunyai rentang eksposure yang lebih tinggi, misalnya mempunyai rentang ISO yang lebih tinggi.
- Kamera DSLR ukuran yang lebih besar untuk membuat pegangan yang lebih baik.

Kerugian
- Harga kamera DSLR lebih mahal dibandingkan dengan jenis kamera yang lain secara umum.
- Karena ukurannya lebih besar dan kadang-kadang membutuhkan beberapa jenis lensa, kamera DSLR tidak fleksibel dan tidak nyaman untuk dibawa-bawa.

Kesimpulan
Dari ketiga jenis kamera tersebut diatas, pilihan yang terbaik adalah jika dilihat dari tujuan membeli kamera yaitu:
1. Kamera Point-and-Shoot: berfungsi untuk dokumentasi biasa seperti acara kantor, piknik keluarga, dll.
2. Kamera Prosumer: berfungsi untuk mempelajari fotografi tetapi menginginkan kamera yang tidak perlu gonta ganti lensa.
3. Kamera DSLR: berfungsi untuk memperdalam ilmu fotografi dan untuk tujuan fotografi profesional.




2 comments:

Anonymous said...

setujuuu banget itu, sekarang malag banyak yg pake DSLR tp gak ngerti fotografi sama sekali alias cuma buat gaya doang,jadi kesannya useless

Chepy Indrayana said...

thanks Infonya

kunjungan balik yaa pasarfotografi.blogspot.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...